Jangan Khawatir, Lakukan Ini Jika Anak Demam - Informasi Kesehatan dan Kedokteran

ARTIKEL TERBARU

Sabtu, 15 September 2018

Jangan Khawatir, Lakukan Ini Jika Anak Demam

Orang tua khawatir demam pada anak

Siapa orang tua yang tidak khawatir saat anak kesayangannya demam?. Mungkin banyak dipikiran Anda timbul hal-hal aneh saat anak Anda demam. Tetapi saat ini Anda tidak perlu khawatir, karena Anda pun bisa mengatasi nya sendiri bila anak demam. Sebenarnya, munculnya demam pada anak merupakan hal yang biasa karena demam merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang melakukan tugasnya dalam memerangi infeksi atau peradangan. Akan tetapi bisa menjadi masalah serius bila suhu tubuh sangat tinggi dan sulit turun. Suhu tubuh yang tinggi secara terus-menerus dapat mengakibatkan kejang, rewel, tidak mau makan, dan lainnya. Suhu tubuh anak dikatakan demam tinggi bila lebih dari 38,5 derajat Celsius. Berikut ini penanganan awal demam pada anak sebelum Anda membawanya ke dokter:

1. Selalu memantau suhu tubuh anak
Mengukur suhu tubuh anak dengan termometer merupakan langkah pertama terbaik yang bisa Anda lakukan saat anak demam. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan nilai suhu tubuh anak sehingga dapat mengambil langkah tepat dalam penanganan demam. Untuk pengukuran suhu tubuh di rumah, sebaiknya menggunakan termometer digital dan diukur diketiak.

2. Istirahat dan tidur yang cukup
Saat metabolisme tubuh naik, produksi panas pun akan meningkat. Istirahat dan tidur yang cukup untuk menurunkan metabolisme tubuh. Ketika kita tidur, tubuh berkesempatan untuk beristirahat dan memperbaiki sel-selnya yang rusak. Tidur pun merupakan sebuah mekanisme bagi tubuh untuk menghemat energi. Pada saat tidur, tubuh mengkonsumsi energi lebih sedikit dibandingkan saat terjaga.

3. Asupan cairan yang cukup
Dehidrasi sangat mungkin terjadi pada saat demam. Karena untuk mengurangi panas, tubuh harus banyak melakukan penguapan, sehingga efek dari penguapan tersebut mengakibatkan kehilangannya cairan tubuh. Oleh karena itu, pemberian asupan cairan yang cukup bertujuan untuk menghindari terjadinya dehidrasi akibat kurangnya cairan. Bila cairan tubuh tercukupi maka demam pun akan turun.

4. Kompres dengan air hangat
Para orang tua saat ini tidak dianjurkan mengompres menggunakan air dingin. Penggunaan kompres dingin justru akan menutup pori-pori dan mengecilkan pembuluh darah sehingga panas tubuh tidak keluar dari pori-pori akhirnya anak akan mengalami menggigil atau suhu tubuh semakin tinggi. Membasuh kulit dengan air hangat untuk melebarkan pembuluh darah dikulit sangat dianjurkan agar pengeluaran panas lebih banyak, terutama jika anak mengalami hipertermia. Mengompres air hangat yaitu dengan cara handuk lembut yang sudah dibasahi air hangat lalu ditempelkan pada kening anak. Atau dengan mengajak anak untuk berendam air hangat. Sama seperti mengompres air hangat pada kening, tindakan ini juga bermanfaat selain untuk menurunkan suhu tubuh, serta mencairkan dahak saat anak terkena pilek atau batuk.

5. Berikan obat penurun demam
Jika demam tinggi dapat diberikan obat penurun demam dan jika masih demam hingga 3 hari maka segera bawa ke dokter. Pemberian obat penurun demam dilakukan jika cara sebelumnya gagal atau suhu masih di atas 38 derajat celcius disertai terganggunya aktivitas anak seperti sulit tidur, menangis, rewel, atau tidak nafsu makan. Obat penurun demam yang direkomendasikan pada anak adalah paracetamol dan ibuprofen. Namun untuk anak yang dibawah 3 bulan tidak direkomendasikan menggunakan ibuprofen. Selain itu yang harus di ingat bahwa pemberian obat demam harus berdasarkan dosis berat badannya, bukan berdasarkan umur anak.

Penanganan awal demam pada anak


6. Awasi tanda bahaya demam
Yang terakhir adalah, mengawasi tanda bahaya demam. Jika demam diikuti dengan keluhan mual, muntah, penurunan kesadaran, kejang, atau anak sangat lemas maka sebaiknya segera bawa ke dokter. Contohnya, jika anak demam sangat tinggi, yang sering terjadi pada anak terutama yang berusia kurang dari 5 tahun adalah kejang. hal tersebut merupakan salah satu tanda bahwa terjadi infeksi yang berat pada anak. Oleh karena itu, jika ada tanda bahaya demam, tidak usah ditunda-tunda dan segeralah bawa ke dokter. Namun bila demam yang terjadi pada bayi berusia dibawa 3 bulan, maka sebaiknya dibawa ke dokter tanpa harus menunggu 1x24 jam walaupun tanpa tanda bahaya demam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar