Sakit Maag pada Anak-Anak, Mungkinkah? Ini Dia Faktanya! - Informasi Kesehatan dan Kedokteran

ARTIKEL TERBARU

Minggu, 30 September 2018

Sakit Maag pada Anak-Anak, Mungkinkah? Ini Dia Faktanya!

maag pada anak

Anda barangkali masih berpikiran kalau penyakit gangguan asam lambung atau maag hanya bisa diderita oleh orang dewasa saja. Padahal, penyakit ini juga bisa menyerang siapa saja dari segala kelompok usia, termasuk anak-anak.

Meskipun maag sering dikenal sebagai penyakit yang disebabkan gaya hidup atau pola makan yang tidak teratur, penyebabnya sendiri sebenarnya bervariasi. Dan salah satunya adalah infeksi bakteri, yang perlu diperhatikan di negara berkembang termasuk Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa fakta penting tentang maag pada anak-anak yang perlu orang tua ketahui. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!


Bakteri Penyebab Maag
Normalnya, dinding lambung manusia sudah terlindungi dari cairan asam lambung. Namun, lapisan tersebut bisa rusak dikarenakan beberapa hal, seperti konsumsi obat-obatan jenis tertentu, alkohol, kebiasaan merokok, dan stres. Karena lapisan pelindung rusak, maka terjadilah kontak langsung antara asam lambung dengan dinding lambung yang menyebabkan maag.

Tahun 1982 silam, ditemukan bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) yang rupanya dapat menginfeksi lambung dan jadi salah satu pemicu maag. Selain lambung, bakteri ini pun dapat menginfeksi duodenum atau usus dua belas jari. Penyebab infeksi bakteri H. pylori pada anak-anak masih belum dipastikan dengan jelas, dan sebagian besar anak-anak yang terinfeksi bisa jadi tidak mengalami gejala infeksi.

data fakta sakit maag pada anak


Infeksi Bakteri H. Pylori dan Maag pada Anak-Anak
Salah satu faktor risiko penularan bakteri H. pylori adalah lingkungan tempat tinggal yang padat, yang sering diidentikkan dengan kawasan penduduk dengan tingkat sosial ekonomi yang menengah ke bawah. Karena itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan (misalnya mencuci tangan sebelum makan) adalah salah satu cara jitu untuk mencegah persebaran bakteri H. pylori.

Selain itu, orang tua yang terinfeksi H. pylori juga memegang peran besar dalam penularan kepada anak-anak. Diduga, kira-kira 30 sampai 80 persen anak yang tinggal di kawasan berkembang sudah mengidap H. pylori. Sedangkan Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan bahwa dalam penelitian yang meliputi 150 siswa SD di Jakarta, positif ditemukan H. pylori pada 27 persen murid yang terlibat.


Gejala Maag pada Anak-Anak
Anda pasti sudah tahu seperti apa gejala maag pada orang dewasa karena tanda-tandanya sudah cukup khas: nyeri pada bagian perut sebelah kiri atas atau area ulu hati. Akan tetapi, gejala maag pada anak-anak tidak selalu demikian.

Pada anak-anak, maag ditandai dengan adanya keluhan sakit perut. Pada anak-anak usia prasekolah, sakit yang timbul umumnya terasa di area pusar dan jadi makin parah apabila anak makan. Sedangkan pada anak-anak berusia di atas 6 tahun, gejala yang dirasakan nyaris serupa dengan gejala maag pada orang dewasa. Dan untuk kelompok usia anak-anak manapun, anak penderita bisa jadi mengalami muntah berulang.

Secara klinis, membedakan sakit maag yang disebabkan oleh infeksi bakteri dengan yang tidak disebabkan infeksi bakteri bisa jadi sulit dilakukan. Meski demikian, Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan bahwa kira-kira 22 sampai 37 persen anak yang mengalami sakit perut berulang positif terbukti telah terinfeksi bakteri H. pylori.


Bakteri H. Pylori Bisa Dideteksi
Untungnya, bakteri penyebab umum maag pada anak-anak ini bisa diketahui keberadaannya sejak dini. Anak dapat melakukan pemeriksaan sederhana dan tidak menyakitkan dengan dokter yang mendampingi. Akan tetapi, pemeriksaan lanjutan bisa jadi diperlukan jika diketahui ada gejala atau tanda lain terkait dengan infeksi bakteri H. pylori agar dokter dapat segera melakukan tindakan pengobatan yang dibutuhkan.

Tingginya angka kejadian maag karena infeksi H. pylori pada anak-anak tentu perlu diwaspadai, terlebih jika anak sudah menunjukkan gejala maag. Segera lakukan tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan anak dan keluarga secara keseluruhan, dan minta pertolongan medis jika gejala maag pada anak-anak positif ditemukan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar