Kenali 3 Penyebab Muntah Pada Anak - Informasi Kesehatan dan Kedokteran

ARTIKEL TERBARU

Sabtu, 18 Agustus 2018

Kenali 3 Penyebab Muntah Pada Anak

muntah pada anak

Muntah pada anak seringkali membuat orang tua merasa panik. Muntah yang berlangsung sebentar kemungkinan tidak berbahaya, namun muntah yang berkepanjangan sebaiknya segera dicari tahu penyebabnya agar dapat diatasi secepat mungkin. Muntah adalah suatu refleks yang tidak dapat dikontrol untuk mengeluarkan isi lambung melalui mulut.

Proses muntah mempunyai 3 tahap, yaitu nausea, retching, dan emesis. Nausea ditandai adanya rasa mual yang kadang disertai air liur bertambah, pucat, berkeringat, denyut nadi meningkat, atau tidak mau makan. Kemudian pada tahap retching terjadi tarikan nafas yang dalam diikuti tarikan otot perut dan diafragma, serta terbuka nya saluran bawah kerongkongan sehingga asam lambung naik ke kerongkongan. Akhirnya pada tahap emesis terjadi peningkatan tekanan di dalam dada serta berkurangnya tahanan pada otot kerongongan atas sehingga isi lambung dikeluarkan dari mulut.

proses terjadinya muntah - dokpedia

Penyebab muntah pada anak sangat bervariasi. Ada 3 penyebab utama yang menyebabkan  muntah pada anak, yaitu muntah yang disebabkan dari masalah saluran pencernaan, muntah yang sebabnya dari luar saluran pencernaan, dan yang terakhir biasanya disebabkan dari penyakit di luar tubuh (non-organik).

1. Saluran Pencernaan
Muntah yang berasal dari saluran pencernaan dikelompokan menjadi dua masalah, yaitu masalah sumbatan (obstruksi) saluran pencernaan dan non-obstruksi. Obstruksi saluran pencernaan pada anak biasanya disebabkan oleh penyakit atresia esofagus, stenosis pilorus, Morbus Hirschprung, malrotasi usus, intususepsi, dan lainnya. Gejalanya ditandai dengan nyeri perut yang mendahului muntah, muntah bewarna kehijauan, atau perut nya membesar (distensi). Jika ada Anak yang dicurigai adanya sumbatan saluran cerna, harus segera di rujuk ke rumah sakit. Sedangkan masalah non-obstruksi biasanya disebabkan infeksi atau peradangan pada saluran cerna. Misalnya, Refluks gastroesofagus (RGE), gastroenteritis, diare dan lainnya.

2. Luar Saluran Pencernaan
Pusat muntah berada di otak dan batang otak, yang menerima sinyal muntah dari saraf tepi. Saraf tepi ini memiliki banyak cabang ke seluruh tubuh, bukan hanya dari saluran cerna saja. Maka gangguan pada pusat muntah dan cabang-cabang sarafnya akan menyebabkan muntah. Misalnya tekanan yang tinggi pada otak (Tekanan Intrakranial), infeksi pada otak, saluran nafas, saluran kemih, Telinga-Hidung-Tenggorok, dan juga kelainan metabolisme tubuh.

3. Non-organik
Masalah non-organik biasanya disebabkan ada gangguan dari luar tubuh anak, misalnya bau sampah yang tidak sedap, sehabis perjalanan jauh (motion sickness), pemberian minum yang tidak benar atau dipaksakan, efek samping obat, psikogenik, dan lainnya.


Sebenarnya muntah pada anak yang terjadi sesekali dan tidak lebih dari dua hari, termasuk hal yang lumrah. Namun muntah pada anak yang terjadi berhari-hari, frekuensinya sering, dan banyak yang dimuntahkan, perlu dicermati lebih lanjut. Kemungkinan ini adalah tanda dari sebuah masalah yang yang serius dan memerlukan pertolongan medis secepat mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar