Mengapa Anak-Anak Rentan Terkena Penyakit Cacingan? Inilah Alasan Dan Ciri-Ciri Anak Terkena Cacingan - Informasi Kesehatan dan Kedokteran

ARTIKEL TERBARU

Selasa, 25 September 2018

Mengapa Anak-Anak Rentan Terkena Penyakit Cacingan? Inilah Alasan Dan Ciri-Ciri Anak Terkena Cacingan

cacingan pada anak

Anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan membutuhkan gizi yang seimbang agar nutrisi pada tubuh anak terpenuhi. Jika tidak, anak akan sering terkena penyakit infeksi. Salah satunya, penyakit infeksi yang sering dialami oleh anak-anak pada golongan balita dan prasekolah adalah penyakit cacingan.

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang membawa masalah besar bagi anak-anak. Sebagai orang tua, jangan menganggap remeh penyakit ini. Penyakit yang disebabkan oleh cacing tersebut bisa menghambat tumbuh dan kembang anak-anak. Cacing akan mulai menyerap sari-sari makanan yang ada pada sel darah dan usus anak.

Mulai dari sekarang, cegah penyakit cacingan sebelum menyerang tubuh anak Anda. Terlebih dahulu, Anda harus mengetahui ciri-ciri dari penyakit yang dibawa oleh cacing tersebut. Dan apa yang harus Anda lakukan.

Penyebaran Dan Ciri-ciri Cacingan Pada Anak
Mudah untuk mengetahui anak-anak mulai terserang cacingan. Mengapa anak-anak paling banyak mengalami cacingan? Timbulnya penyakit ini dikarenakan kurang atau mengabaikan menjaga kebersihan. Seperti yang banyak orang tahu, anak-anak selalu bermain dengan banyak benda karena keingintahuannya yang besar. Sering kali, anak-anak lupa bahwa benda tersebut tidaklah higienis dan lupa untuk membersihkan tangannya kembali. Tangan tersebut ternyata telah terkontaminasi dengan telur cacing dan anak yang membawa tangannya kepada mulut itulah membuat telur cacing masuk ke dalam tubuh.

Selain itu, anak-anak paling suka mengonsumsi makanan yang dijual bebas di luar. Padahal, belum tentu makanan tersebut bersih dari kotoran. Hal itulah yang menjadi jalan mudah telur cacing masuk ke dalam tubuh anak. Jika sudah seperti itu, anak-anak akan mengalami gatal terus menerus di area anus yang menyebabkan susah tidur. Selain itu, bisa menyebabkan mual, diare, muntah, sakit perut, infeksi pada pembuangan tinja, adanya cacing yang keluar bersamaan dengan tinja, susah makan, lesu, turun berat badan, dan yang lebih parahnya organ-organ pada tubuh bisa mengalami kerusakan. Dari ciri-ciri tersebut, Anda bisa memastikan bahwa itu merupakan cacingan.

pencegahan cacingan pada anak

Pencegahan Cacingan Pada Anak
Jika anak Anda belum merasakan ciri-ciri di atas, ada baiknya melakukan pencegahan terlebih dahulu sebelum cacingan menyerang tubuh anak Anda. Apa saja yang harus orang tua lakukan? Inilah cara pencegahannya.
  • Jangan lupa mengajak dan menanam pada diri anak untuk selalu mencuci tangan maupun kaki setelah selesai bermain dan sebelum makan.
  • Cegah anak untuk membeli makan-makanan di luar yang tidak higienis.
  • Selalu ganti pakaian dalam anak Anda setiap hari.
  • Cuci seprei dan selimut pada tempat tidur anak minimal sebulan tiga kali.
  • Siapkan makan-makanan yang bergizi dan selalu dalam keadaan matang agar cacing yang terdapat pada bahan makanan mentah mati saat dimasak.
  • Potong kuku tangan dan kaki anak secara rutin agar kotoran tidak masuk ke dalam kuku.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah cacingan menyerang tubuh anak-anak. Namun, jika anak masih terserang cacingan karena hal lain, Anda bisa mengobatinya dengan 4 jenis obat sesuai rekomendasi dokter. 4 jenis obat ini sudah sering digunakan orang tua sebagai obat cacing yang ampuh meredakan penyakit. 4 obat tersebut antara lain Mebendazole, Albendazole, Pirantel Pamoat, dan Piperazin. Pastikan tablet obat cacing SELALU dihancurkan sebelum diberikan kepada SEMUA anak berumur di bawah lima tahun.

Albendazole - obat cacing

Mebendazole - obat cacing

Pirantel pamoat - obat cacing


Tidak ada komentar:

Posting Komentar