• Menu

    Copyright © Dokpedia - Artikel Kesehatan dan Kedokteran
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Label

    Pencegahan dan Pengobatan Anemia Yang Cukup Mudah

    dokpedia - pencegahan anemia
    Anemia ini terjadi ketika kadar hemoglobin dalam tubuh tidak mencukupi untuk organ-organ vital dalam tubuh, kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala awal akibat reaksi tubuh yang kekurangan hemoglobin seperti mudah lelah dan muka yang pucat, dan kemudian berdampak pada terbentuknya penyakit-penyakit baru, salah satunya jantung. Langkah-langkah Pencegahan dan pengobatan anemia dibawah ini sangat dibutuhkan bagi Anda yang hendak menghindari maupun mengobati bagi yang sudah terkena.

    1. Periksa Ke Dokter

    Langkah ini adalah yang pertama bagi Anda, yang hendak mencegah maupun mengobati. Dengan ke dokter, kita bisa langsung menghitung total darah kita secara lengkap, dari jumlah darah, ukuran, volume, dan jumlah sel hemoglobin dalam sel darah merah. dan jangan ragu untuk menanyakan kepada dokter tentang semua informasi yang berkaitan dengan anemia. Dengan banyaknya informasi tersebut, tentunya akan berdampak baik bagi gaya hidup dan kesehatan kita.

    2. Bayam

    Bayam sudah terkenal akan keampuhannya dalam mengobati anemia, hal itu dikarenakan kandungan asam folat dan asam oksalat yang dapat menunjang kebutuhan produksi sel darah merah, sehingga bayam bisa dijadikan pilihan utama bagi Anda yang sedang mencegah maupun mengobati anemia. Namun, patut digaris bawahi, bahwa konsumsi bayam yang baik adalah dengan merebus bukan di goreng ataupun dijadikan jus. Proses perebusan bayam juga tidak memerlukan waktu yang lama, dan hindari konsumsi bayam yang sudah layu.

    3. Hydrotherapy

    Terapi ini biasa disebut terapi dengan meminum air putih sampai 8 gelas setiap hari. Dalam hal ini, air putih merangsang sirkulasi, dan sebagai hasilnya akan memproduksi sel darah merah dengan signifikan. Terapi ini juga cocok bagi Anda yang sedang menjaga daya tahan tubuh. Sedangkan untuk pengobatan anemia, biasanya dilakukan dengan rentang waktu sampai 6-8 minggu, sampai pasien tersebut benar-benar sehat, yang tentunya ditambah dengan asupan zat besi yang cukup.

    4. Kedelai

    Kacang kedelai atau olahan yang berbahan dasar kacang ini sudah banyak dibuat, seperti tahu, tempe, maupun susu adalah sebuah sumber zat besi yang baik bagi tubuh. Cukup dengan 3 iris tempe atau tahu serta sayur bayam dengan sepiring nasi, akan mencukupi kebutuhan zat besi harian Anda. Walaupun harga olahan kacang ini yang terjangkau, namun penyakit anemia akan sangat sulit untuk menjangkau Anda.

    5. Buncis

    Buncis dapat menjadi alternatif bagi Anda yang sedang dalam kegiatan pencegahan dan pengobatan anemia. Bagaimana tidak? Buncis adalah jenis kacang yang paling banyak mengandung zat besi dibandingkan dengan jenis kacang lain. Vegetarian Resource Group (VGR) mengatakan, dengan porsi satu cangkir, kita dapat memperoleh kadar zat besi sekitar 4,2 sampai 4,7 mg.

    6. Jamur

    Jamur dapat menjadi sumber zat besi yang bisa diandalkan, tetapi hanya jika Anda makan jamur pada jenis tertentu, seperti jamur tiram dan jamur kancing. Tambahan jamur pada menu sup buncis Anda akan lebih bermanfaat untuk pencegahan anemia. Untuk proses pengobatan anemia, mungkin disarankan untuk lebih memilih jamur tiram, karena kandungan vitamin dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan jamur lainnya, meskipun cukup sulit ditemui di pasar tradisional.

    8. Buah Mulberry

    Buah-buahan umumnya tidak mengandung banyak zat besi, kecuali buah mulberry ini. buah ini merupakan sumber vitamin c yang baik, yang dapat membantu tubuh untuk proses penyerapan zat besi.

    Selain memberi efek yang baik bagi kesehatan, ternyata langkah-langkah tersebut juga sangat menjanjikan untuk proses pencegahan dan pengobatan anemia. Semoga bermanfaat.

    #anemia#Gizi#herbal#kesehatan#pengobatan
    19 Oktober 2020 Last Updated 2020-10-19T12:16:02Z
    Komentar

    Tampilkan