Manfaat Polifenol Pada Ekstrak Buah Delima

Iklan Semua Halaman

Manfaat Polifenol Pada Ekstrak Buah Delima

Selasa, 31 Juli 2018

Buah delima adalah buah yang sangat tua keberadaannya. Buah yang diperkirakan berasal dari Iran ini telah dibudidayakan sejak jaman dahulu di Spanyol dan mengalami perkembangan pesat. Bahkan, nama spesies buah ini, yakni granatum, di ambil dari nama kota Granada di Spanyol. Saat ini delima telah tersebar di berbagai belahan dunia, terutama di Mediterania, Cina, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

Bagian buah delima yang dapat dimakan sekitar 50% dari total berat buah, terdiri dari 80% berupa jus dan 20% biji. Jus delima segar mengandung 85% air, 10% gula total (terutama fruktosa dan glukosa), karbohidrat (17,17 g), energi (68kkal), dan 1,4% menyusun pektin, asam askorbat, asam sitrat, asam malat, serta polifenol. Selain itu, jus delima juga memiliki komposisi lainnya seperti vitamin A (108 IU), vitamin C (6.1 mg), vitamin E (0,60 mg), vitamin K (4.6 µg), α-karoten (50 µg), β-karoten (40 µg), fitosterol (17 mg). 

Dari semua zat gizi dan bioaktif yang terkandung di dalam buah delima, senyawa fenol menempati tempat yang khas karena efek kesehatan yang dimilikinya. Senyawa fenol tersebut adalah fenol sederhana (asam ellagik dan prosianidin) dan polifenol (flavonoid dan tanin terhidrolisis). Senyawa flavanoid berupa antosianin seperti delpinidin dan sianidin. Sedangkan tanin terhidrolisis seperti galotanin, elagitanin, punikalin, tanin-tanin elagik, dan yang paling melimpah adalah punikalagin


Punikalagin adalah senyawa yang memiliki berat molekul terbesar dalam buah delima serta larut dalam air. Jika dihidrolisis, punikalagin akan diubah menjadi polifenol yang lebih sederhana seperti asam ellagik. Jumlah total kandungan fenolik dari tiap bagian buah delima berbeda-beda. Jus yang terbuat dari semua bagian buah delima memiliki jumlah total senyawa fenolik lebih tinggi dibandingkan dengan yang diambil dari bagian daging buah saja. 

Senyawa fenol pada buah delima memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah lain seperti anggur merah, jeruk, blueberry, dan blackberry. Senyawa fenol pada buah delima, khusunya senyawa punikalagin, memiliki kapasitas polifenol terbesar, dan telah terbukti dapat mengobati anemia, menguatkan jantung dan mencegah berbagai jenis kanker misalnya pencegahan kanker payudara, yaitu dengan cara menghambat proliferasi sel, angiogenesis, menurunkan migrasi sel, dan memodulasi jalur inflamasi subseluler