Perbedaan Keputihan Normal Dengan Yang Tidak Normal

Iklan Semua Halaman

Perbedaan Keputihan Normal Dengan Yang Tidak Normal

Senin, 05 September 2016
keputihan

Keputihan (Leukore/Flour Albus) adalah suatu kondisi dimana keluarnya cairan atau lendir (sekresi) dari vagina. Cairan atau lendir yang diproduksi oleh serviks atau leher rahim dan kelenjar dalam vagina akan keluar dengan membawa sel-sel mati serta bakteri. Normalnya, cairan atau lendir tersebut bewarna bening, encer, tidak gatal dan tidak berbau. Semua wanita pasti pernah mengalami keputihan.

Menurut studi Badan Kesehatan Dunia (WHO), masalah kesehatan reproduksi wanita yang buruk mencapai 33% dari jumlah total beban penyakit yang diderita para wanita di dunia dan salah satunya adalah keputihan. Di Indonesia sendiri 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan setengah di antaranya mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih. Hal ini berkaitan dengan cuaca yang lembab yang mempermudah wanita Indonesia mengalami keputihan, dimana cuaca yang lembab dapat mempermudah berkembangnya infeksi jamur.

Keputihan merupakan "peringatan" dini dari berbagai kelainan di sistem repdroduksi wanita. Memang, dalam ilmu ginekologi, keputihan terdiri atas keputihan normal (fisiologis) dan yang tidak normal (patologis). Berikut perbedaan keputihan normal dan yang tidak normal.

Ciri-ciri keputihan normal (fisiologis), adalah:
  • Tidak gatal, tidak berbau
  • Lendir bewarna bening
  • Terjadi hanya pada masa subur (wanita usia 20-40-an) 
  • terjadi menjelang haid
  • Bisa terjadi karena stres, kelelahan, atau celana dalam terlalu ketat.
cairan keputihan

Sedangkan ciri-ciri keputihan patologis, adalah:
  • Keluar lendir berlebihan disertai infeksi
  • Gatal, pedih, vagina kemerahan
  • Lendir berubah warna
Keputihan yang tidak normal (patologis), umunya terjadi karena infeksi. Kondisi ini juga terkadang dapat menjadi indikasi dari penyakit-penyakit tertentu sehingga sebaiknya diwaspadai. Oleh karena itu, bila ada ciri-ciri keputihan patologis di diri Anda, anak Anda, atau anggota keluarga lainnya, segera periksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab masalah tersebut. Selain itu, kebiasaan menjaga kebersihan, termasuk kebersihan organ-organ seksual atau reproduksi merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan salah satunya mencegah timbulnya masalah genitalia pada wanita yaitu keputihan.